UA-163642268-1

Magetan Bersholawat 24 Jam Memperingati Isra Mi’raj 1442 H


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Dalam rangka memperingati hari Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1442 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, menggelar acara ‘Magetan Bersholawat’ bersama Kemenag (Kementerian Agama) Magetan.

Dengan mengusung tema Ikhtiar Batin Semoga Corona Segera Berakhir, acara tersebut diselenggarakan di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha, Kamis (11/03/2021).

Acara juga digelar dengan mematuhi protokol kesehatan (Protkrs), dengan melantunkan sholawat nariyah 100.000 kali, dilanjukan dengan sholawat Thibil Qolbu 100.000 kali, dan sholawat nabi 1.000.000 kali.

Baca Juga :  Tanggap Bencana, Dandim Bojonegoro Sambangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Usai bersholawat, acara dilanjutkan dengan mendengarkan tauziah oleh KH. Lukman Hidayat, selaku pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadi’in, dari Desa Plumpung Kecamatan Plaosan Magetan Jawa Timur.

Bupati Suprawoto menyampaikan bahwa, upaya menerapkan protokol kesehatan sudah diterapkan dengan cara 3M, dan memperbaiki sarana dan prasarana kesehatan untuk melawan covid-19. Namun upaya batin harus tetap dilakukan diantaranya dengan memperingatan Isra Mi’raj sekaligus berdoa Covid-19 segera berakhir.

“11 maret ini adalah pertama kali Covid-19 masuk Magetan persis satu tahun, dan ini tanpa sengaja dilaksanakan untuk mengingatkan bahwa sebetulnya virus covid-19 bisa dicegah dengan menerapkan protokol kesehatan dan memohon kepada Tuhan yang maha esa,” kata Bupati Suprawoto, Kamis (11/3).

Baca Juga :  Update 3 Agustus 2020 : Magetan Bertambah 1 Pasien Postif Covid-19

Menurutnya, acara tersebut juga menjadi perhatian pemerintah terhadap guru, ulama agama dan pedagang, untuk didahulukan vaksinasi karena memiliki mobilitas tinggi terkena covid-19. “Mereka sangat rentan sekali dan selalu berdampingan dengan orang orang banyak,” ungkap Suprawoto.

Selain itu, Bupati Magetan menuturkan, bawa masih ada sebagian masyarakat yang tidak mempercayai adanya Covid-19, dan beberapa masyarakat yang dinyatakan positif covid-19 banyak yang tidak percaya, dengan alibi seolah olah dicovidkan.

Baca Juga :  Denpom V/1 Madiun Bersama POM TNI AU Gelar Operasi Gaktib

“Masyarakat mengira pemerintah mempunyai keuntungan kalau ada warga yang terkena covid, padahal tidak sama sekali. Jadi ini harus diluruskan bahwa semua itu juga melanggar etik dan melanggar norma,” tegasnya. (Rwy/Ren)

 523 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!