UA-163642268-1

Makelar Penipuan Tanah Dibekuk Ditreskrimum Polda Jatim


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, berhasil membekuk tersangka pemalsu surat keterangan palsu dalam akta autientik. Penipuan atau penggelapan berkaitan dengan SHM 656 dan 657, yang terjadi pada tahun 2017 sampai 2019 yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Satu orang tersangka adalah AW (41), warga Jalan Ahmad Yani Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Aksi tersangka dilakukan di Desa Tambaoso Oso, Kabupaten Sidoarjo.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, dugaan tindak pidana pemalsuan dan atau memberikan akta palsu atau penggelapan SHM milik ER dan SHM milik MR, terjadi pada tahun 2017 sampai tahun 2019. Tersangka inisial AW yang melanggar pasal 263 atau pasal 266 atau pasal 378 dan atau 372 KUHP.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi SDM Jasa Konstruksi, PUPR Magetan Gelar Bimtek SMKK

“Dugaan penipuan akta palsu ini dilakukan tersangka pada 2017-2019 lalu di Sidoarjo. Saat ini tersangka sudah diamankan Ditreskrimum Polda Jatim,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Senin (25/01/2021).

Dari penangkapan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 5 (Lima) lembar cek bank sinilai 225 Milyard, uang tunai sebanyak 1,5 Milyard, serta ada 3 (Tiga) kendaraan roda empat dan beberapa roda dua.

Baca Juga :  Sukseskan P4GN, Anggota Kodim 0804-Magetan Tes Urine

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto, mengungkapkan bahwa, tersangka atas nama AW bertindak seolah-olah sebagai makelar tanah. Untuk meyakinkan korban, tersangka memberikan cek dengan nilai 225 M kepada korban.

Disamping itu, tersangka juga memperlihatkan kepada pelapor beberapa uang yang diduga palsu yang ada di dalam lemari pakaiannya dengan nilai 6 (Enam) Milyard. Sehingga pelapor menyerahkan 3 SHM kepada terlapor/tersangka.

“Untuk meyakinkan korban, tersangka menyerahkan cek kepada korban, selain itu tersangka juga memperlihatkan uang senilai 6M kepada korban,” jelasnya.

Selain itu, setelah tersangka memegang 3 SHM milik para korban, tersangka menggadaikan 3 SHM tersebut ke pihak lain dengan nilai 43,7 Milyard. Inilah yang digelapkan oleh tersangka, uang hasil penipuan ini digunakan untuk membeli mobil serta tanah yang sudah diamankan polisi.

Baca Juga :  Acara "BERSIH DESA" Pemdes Baluk Gelar Pameran Produk Unggulan 4 Hari

“Saat ini tersangka sudah dilakukan penahanan, kami berhasil menangkap tersangka di daerah Solo,” tegas Kabid Humas Polda Jatim, (25/01).

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 372, 378 dan pasal 3 pasal 4 pasal 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU. “Saat ini polisi akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus yang saat ini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Jatim,” pungkasnya. (Team)

 1,072 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!