UA-163642268-1

Menkopolhukam Dialog Bersama Forkopimda Jatim, Toga dan Tomas Bangkalan, Antisipasi Penanganan Covid-19


ARYA-MEDIA | BANGKALAN – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Prof. Dr. Mohammad Mahfud, berdialog bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim, beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat di Gedung Rato Ebuh, Kabupaten Bangkalan, Madura, terkait antisipasi dan penanganan Covid-19. Selasa 15/06/2021).

Dalam giat tersebut turut hadir, Danrem 084 Bhaskara Jaya, Asops Kodam V/Brawijaya, Aster Kodam V/Brawijaya, Danpomdam V/Brawijaya, Dirintelkam Polda Jatim, Dirlantas Polda Jatim, Dirpolairud Polda Jatim, Dandim 0829/Bangkalan, Kapolres Bangkalan, Bupati Bangkalan, Ketua umum MUI serta Seluruh Toga dan Tomas Kabupaten Bangkalan.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, menjelaskan terkait lonjakan kasus Covid-19 yang menjadi perhatian serius baik dari provinsi maupun pemerintah pusat. Hal ini tidak terlepas dari kenaikan kasus positif serta tingginya angka kematian di Bangkalan yang menjadi zona merah.

Baca Juga :  "Nafas Wayang Dalam Batasan Ruang Gerak"

“Pemerintah Kabupaten Bangkalan tidak dapat bekerja sendiri guna memutus rantai penyebaran Covid-19. Perlu adanya dukungan dan kepatuhan serta disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ada dari seluruh elemen masyarakat,” jelas Bupati Abdul Latif, Selasa (15/06).

Sementara itu, Menko Polhukam RI Prof. Dr. Mohammad Mahfud, menjelaskan, perkembangan sebaran Covid-19 di dunia memang sangat pesat. Berkaca dari negara-negara yang mengalami lonjakan kenaikan kasus aktif positif covid, adalah dengan upaya antisipasi disiplin protokol kesehatan (prokes) ketat.

Baca Juga :  Klaim BPJS Sebesar 21 Milliar Belum Cair, Jadi Ganjalan RSUD dr. Sayidiman Magetan

“Pemerintah mengajak para Tokoh Agama maupun Tokoh Masyarakat untuk bersama-sama memerangi virus Covid-19 khususnya di Bangkalan. Patuhi prokes dengan menerapkan 5M dalam kegiatan sehari-hari,” kata Menko Polhukam, saat memberikan arahan di Gedung Rato Ebuh Kabupaten Bangkalan, Madura, Selasa (15/06).

Di tempat yang sama, Prof. Dr. Abdurahman menyebutkan, disiplin dalam menerapkan 5M adalah upaya paling baik guna mengurangi tertularnya penyakit Covid-19. “Kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan harus terus di tingkatkan,” pintanya.

Senada diungkapkan KH. Miftahul Akhyar, bahwa, menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat terkait bahaya penyakit Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, memang sangat sulit. “Pemprov Jatim tidak dapat bekerja sendiri, namun para alim ulama dan tokoh masyarakat Bangkalan siap membantu pemerintahan dalan memerangi virus Covid-19, ujarnya.

Baca Juga :  Maraknya Calo Tiket Pada Final Piala Presiden 2019 Di Stadion Kanjuruhan

Disisi lain, KH. Imam Buchori Rohim, juga menjelaskan, bahwa peran kyai maupun alim ulama dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan sangat penting dalam memberikan himbauan serta mensosialisasikan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat. “Mulai dari santri pondok dan kemudian dapat di sampaikan ke masyarakat kabupaten Bangkalan. Serta, bersama seluruh elemen agar bersinergi saling bahu membahu dalam menyelesaikan permasalahan bersama,” jelasnya.

Dalam season terakhir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, kordinasi akan terus di lakukan antara Pemprov Jatim dengan Pemkab Bangkalan guna mengantisipasi menyebarnya.

“Penularan virus Covid-19 baik di Kabupaten Bangkalan maupun kota penyangga. BOR Rumah Sakit terus di lakukan penambahan guna menampung masyarakat yang terpapar virus Covid-19,” tutup Gubernur. (Redk)

 204 total views,  8 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!