UA-163642268-1

Menkopolhukam RI Silaturahmi Dengan Tokoh Lintas Agama Jawa Timur


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, mendampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Menkopolhukam RI) Mahfud MD, dalam rangka silaturahmi dengan Tokoh Lintas Agama di wilayah Jawa Timur, (Jatim). bertempat di Kodam V Brawijaya, Rabu (17/3/2021).

Menkopolhukam RI, Jawa Timur adalah satu provinsi yang salah satu terbesar, ada 40 juta penduduk dengan 38 tingkat dua. “Ini menunjukkan, pertama moderasi Islam, moderasi beragama tumbuh di sini. Memang ada peristiwa-peristiwa teror tapi bisa diatasi. Tapi secara umum rakyatnya ia tumbuh dengan penuh toleransi. Oleh karena itu menjadi, tentu bukan hanya Jawa Timur, seluruh Indonesia umat Islamnya itu pada umumnya toleran,” ujar Mahfud MD, Rabu (17/3).

Dijelaskan Machfud MD, bahwa Jawa Timur merupakan tempat berkembangbiaknya moderasi beragama yang dulu dipelopori oleh Kiai Hasyim Asyari, sebelum itu Muhammadiyah juga sudah mengembangkan dan itu berkembang juga di Jawa Timur.

Baca Juga :  Karena Oleng, Mobil dan Motor Masuk Ke Parit Sedalam 2 Meter

“Sebenarnya konflik antar umat beragama karena perbedaan agama itu sangat kecil. Bahwa ada teroris itu menyimpang, tapi bukan hanya di Islam. Semua agama itu punya terorisnya sendiri, karena sangat radikal di dalam pemahamannya,” jelasnya.

Selain itu, wilayah Jawa Timur mendapatkan catatan dari masyarakat Indonesia, bahwa Covid di Jatim sangat luar biasa menakutkan. Sehingga banyak orang sampai bilang takut untuk pergi ke Jawa, dan saat ini, Jawa Timur menempati urutan terendah di bawah Provinsi yang lain.

Baca Juga :  Warga Tarik Sumbangan Amal Untuk Bangun Jalan Desa

“Ini satu keberhasilan dalam mananajemen penanganan Covid. Pemerintah sekarang ini sedang bekerja keras dan fokus di dalam segala kebijakannya untuk menangani, untuk berperang melawan Covid,” tandasnya.

Pemerintah punya dua program Perpres No 82 itu, perang melawan covid dan pemulihan ekonomi nasional dan tersebut dibangun secara bersama-sama. “Jawa Timur merupakan salah satu contoh karena kerjasaman antara pimpinan pemerintahan, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sebagainya,” papar Menkopolhukam, Rabu (17/3).

Baca Juga :  Instruksi Kapolri : Berantas Aksi Premanisme yang Resahkan Masyarakat

Menkopolhukam RI juga mengatakan, Pemerintah menyediakan fasilitasnya dengan biaya yang mahal untuk menyelamatkan rakyat. Karena apa? dalil yang berlaku umum kalau di dalam ilmu konstitusi itu, Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kalau kamu ingin menyelamatkan rakyat, boleh kamu melanggar konstitusi, bahkan begitu. Dalil itu begitu ekstremnya, sehingga banyak orang melakukan tindakan-tindakan, dan itu melawan hukum, tapi untuk menyelematkan rakyat dan inilah yang sekarang dilakukan,” pungkasnya. (Redk)

 382 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!