Nasib Malang Menimpa Keluarga Surni, Kedua Anaknya Menderita Lumpuh Sejak Tahun 2001


ARYA-MEDIA, Tulungagung – Ibarat jatuh tertimpa tangga. Begitulah nasib yang dialami Surni warga Desa Demok, RT.06/RW.02, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung. Dari keluarga tersebut, terdapat dua (2) dari empat (4) orang anaknya, menderita kelumpuhan bertahun tahun.

Derita tiada akhir itu, dialami Wijianto (37) anak sulung Surni sejak tahun 2001, dengan kelumpuhan pada kakinya. Tak hanya itu saja, beban Surni bertambah besar dengan kondisi Arifin (30), anak keduanya yang juga mengalami kelumpuhan pada kakinya sejak tahun 2006.

Sekitar tahun 2014 lalu, Surni juga pernah membawa kedua anaknya ke puskesmas terdekat untuk memeriksakan kondisi kedua remaja tersebut. Dan dinyatakan bahwa, kedua naknya itu mengalami kelumpuhan karena adanya pembekuan darah.

Kedua Anak Surni : Arifin (Merah) dan Wijianto (Kanan).

Karena kekurangan dana dengan kondisi keluarga yang kurang mampu, maka Surni selaku orang tua hanya pasrah menerima nasib dan memilih pengobatan alternatif. Pun dilakukan Surni apabila memiliki uang dari bekerja sebagai buruh serabutan.

“Saya sebagai orang tua, sudah berusaha semampu saya. Bila mana ada uang, saya berusaha membawanya berobat alternatif, kadang juga dukun. Tapi, sampai dengan saat ini, tidak juga ada perubahan,” ungkap Surni dengan raut wajah pasrahnya.

Surni menjelaskan, dirinya juga memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun pihaknya merasa bingung bagaiman prosedur cara pemakaiannya. “Kartu KIS saya juga punya untuk kedua anak saya. Tapi, karena tidak ada biaya atau pengarahan saya jadi bingung,” Ungkap Surni kepada Arya Media, saat menyambangi di kediamannya.

Sementara itu, saat ditanya kepada anak sulung Surni, Wijianto mengatakan, gejala yang dialami oleh dirinya dan adiknya, tidak ada tanda-tanda sakit atau demam. Namun, lama kelamaan kedua kakinya lemas dan sulit untuk digerakkan. “Awalnya saya dan adik saya tidak merasakan sakit atau demam. Tau-tau kaki saya lemas dan sulit digerakkan, untuk  berdiri saja susah. Sekarang pun, meski saya tidak bisa berjalan, kaki ini serasa kesemutan,” jelasnya. (dul/red)

 446 total views,  3 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!