UA-163642268-1

Panglima TNI Marah, Perintahkan Kasau Copot Danlanud dan Dansatpom


ARYA-MEDIA | JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, memerintahkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo untuk mencopot Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto dari jabatan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud), bersama dengan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) di Lanud Johanes Abraham Dimara Merauke.

Ucapan tegas itu diungkapkan Panglima TNI atas insiden kekerasan melibatkan dua oknum TNI AU di Merauke, pada Senin (26/07) lalu.

“Jadi saya minta malam ini langsung serahterimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu,” kata Panglima TNI kepada wartawan, di Jakarta, Rabu, (28/07/2021).

Baca Juga :  Fenomena Alam, Air Sumur Warga Probolinggo Berubah Suhu

Marsekal Hadi menjelaskan, keduanya dicopot karena tak dapat membina anggotanya, atas sikap dua oknum Satpom AU yang tak peka dan melakukan kekerasan terhadap penyandang disabilitas.

“(Alasan pencopotan) Karena mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka, memperlakukan disabilitas seperti itu, dan Itu yang membuat saya marah,” tegas Hadi.

Sementara itu, Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengaskan bahwa, TNI AU akan menindak tegas setiap prajurit AU yang melakukan tindakan pelanggaran. “Kedua oknum anggota ini akan ditindak secara tegas, sesuai aturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI,” tegasnya, Rabu (28/07).

Baca Juga :  Masa Pandemi, Desa Pesu Fokuskan Anggaran Penanggulangan Covid-19

Kadispenau juga menyesalkan kejadian tersebut, dan memastikan bahwa kejadian ini sudah ditangani Satuan Polisi Militer Lanud Johannes Abraham Dimara (Dma), Merauke. “Keduanya sudah ditahan di Satpomau, dan proses hukumnya sedang berjalan,” jelasnya.

Kronologi bermula, kedua anggota TNI AU tersebut hendak membeli makan disalah satu rumah makan padang di jalan raya Mandala-Muli, Merauke, Senin (26/7) lalu. Pada saat bersamaan terjadi keributan seorang warga dengan penjual bubur ayam yang lokasinya tak jauh dari rumah makan padang tersebut.

Seorang warga yang diduga mabuk, melakukan pemerasan kepada penjual bubur ayam, pemilik rumah makan padang, dan sejumlah pelanggannya.

Baca Juga :  Cegah Radikalisme, Peran Penting Pemuda Mengahadapi ATGH Ciptakan Kondusifitas

Kemudian munculah kedua anggota TNI AU itu untuk berinisiatif melerai keributan dengan membawa pelaku keributan tersebut ke luar warung. Namun sapa disangka, saat mengamankan warga, kedua oknum TNI justru melakukan tindakan yang dianggap berlebihan terhadap masyarakat.

“Kita menyesalkan tindakan berlebihan dari dua oknum anggota ini pada saat mengamankan warga. Sejak kemarin (Senin), keduanya sudah ditahan di Satpom Lanud Dma untuk proses hukum selanjutnya,” ungkap Kadispenau. (Redk)

Sumber : siberindo.co

 3,894 total views,  6 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!