UA-163642268-1

Pasca Longsor di Nganjuk, Polisi Berikan Trauma Healing Kepada Korban Bencana


ARYA-MEDIA | NGANJUK – Pasca terjadinya longsor di wilayah Nganjuk Jawa Timur, jajaran Polres Nganjuk masih terus memberikan bantuan trauma healing bagi korban tanah longsor khususnya anak-anak di posko pengungsian, tepatnya di gedung SDN Ngetos III, Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu mengembalikan trauma bagi korban tanah longsor, yang dilaksanakan sejak Rabu 17 Februari 2021, paska terjadinya bencana longsor di wilayah tersebut.

Dari pantauan di lokasi, anggota Polres Nganjuk mendatangi keluarga korban dan mendengarkan keluh kesah mereka. Sekaligus melakukan maping korban tanah longsor, yang berjumlah 139 orang dengan rincian, Bayi sebanyak tiga orang, balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang, dewasa 55 orang dan lansia sebanyak 34 orang.

Baca Juga :  Disparbud Magetan : Penutupan Tempat Wisata dan THM Diperpanjang Sampai Mei

“Anggota juga melakukan maping korban tanah longsor yang saat ini total masyarakat yang ada di posko pengungsian total ada 139 orang,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Minggu (21/2).

Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, para pengungsi ini juga dilakukan Rapid Tes. Hasilnya, 17 orang reaktif, dengan dilanjutkan dengan Swab Tes, yang hasilnya satu orang ditemukan Positif, dan lima orang hasilnya belum keluar.

Baca Juga :  Polri Memastikan, Informasi Jakarta Lockdown 12-15 Februari 'HOAX'

“Untuk mereka yang positif saat ini sudah dirawat di Rumah Sakit, sedangkan mereka yang reaktif tidak dicampur dengan yang lain,” jelas Kabid Humas Polda Jatim.

Namun secara umum para pengungsi di tempat pengungsian sampai saat ini dalam kondisi sehat. “Untuk kebutuhan makanan bagi pengungsi sudah disiapkan di dapur umum yang sudah didirikan,” pungkasnya. (Redk)

 450 total views,  2 views today

Baca Juga :  AHY Sambangi Petani Dan Nelayan Di Jawa Timur


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!