UA-163642268-1

Pemuda Mabuk Perkosa Tetangganya Sendiri Selama 3 jam


ARYA-MEDIA | NGAWI – Polres Ngawi menggelar Konferensi Pers hasil ungkap Kasus pemerkosaan dengan pelaku SP (30) warga Desa Tempuran Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Rabu (17/2/2021).

Tersangka SP telah memperkosa tetangganya sendiri selama 3 jam lebih, pada hari Selasa dini hari (16/2), sekitar pukul 02.00 WIB. Kejadian tersebut dilakukan tersangka di rumah saudaranya, tepatnya di Dusun Bendo, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Ngawi.

Saat kejadian, korban RR (27) sedang berada di rumah sendirian. Dalam keadaan mabuk, pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara mendobrak pintu yang di ganjal dengan tongkat kayu.

Baca Juga :  Perdagangan Ilegal : Vaksinasi Jatah Lapas Dijual Bebas, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

Kasatreskrim Polres Ngawi, AKP. Gusti Agung Ananta Pratama menjelaskan, menurut keterangan Pelaku dengan leluasa masuk ke dalam kamar korban, sambil membawa patahan tongkat kayu yang di pergunakan untuk mengancam korban.

“Dalam posisi tidur, korban terkejut karena dipaksa untuk melakukan hubungan badan. Pelaku melakukan itu sambil membekap mulut korban dengan menggunakan tangan dan bantal,” kata Agung Ananta, Rabu (17/2).

Baca Juga :  HUT Bhayangkara Ke-74, Polres Magetan Berikan Penghargaan Kampung Tangguh dan SIM Gratis

Selain itu, tersangka pelaku juga mengancam akan membunuh korban apabila tidak menuruti kemauannya. “Pelaku mengancam dengan bahsa jawanya “Nak we bengok tak pateni sisan”(Apabila kamu berteriak akan saya bunuh sekalian),” terang Kasatreskrim Polres Ngawi.

Selain itu, pelaku membuka celana dalam korban lalu memasukkan alat kelaminnya kepada korban sebanyak 3 (tiga) kali. Karena korban berontak, alat kelamin pelaku terlepas hingga memaksa dengan menggunakan jari tersangka selama 3 jam lamanya.

Baca Juga :  Program RTLH TMMD Ke 104 Memasuki Tahap Finishing

“Karena korban merasa belum puas mengeluarkan sperma, terpaksa menggunakan jari telunjuknya untuk dimasukkan ke dalam kemaluan korban berulang kali,” jelas Agung kepada awak media, (17/2).

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 285 KUHP, yaitu barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan istrinya melakukan persetubuhan diancam hukuman penjara selama-lamanya 12 tahun. “Hukumannya selama-lamanya 12 tahun penjara,” tegasnya. (Endik/Ren)

 666 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!