google-site-verification: google13bd4c39d137e058.html

Pencairan Dana PUA Amerika Serikat, Polda Jatim Bongkar Pembuat dan Pengedar Website Palsu


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, berhasil membongkar tindak pidana pembuatan dan penyebaran Scampage/website palsu yang menyerupai website resmi pemerintahan negara Amerika.

Tujuan tersangka untuk mendapatkan data pribadi milik warga negara Amerika yang diduga untuk disalahgunakan dalam mencairkan dana PUA (Pandemic Unemployment Assistance) dengan tujuan dijual.

Hal ini diungkapkan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, melalui Pers Realisenya, dengan didampingi Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Farman, dan Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Kamis (14/4/2021).

Nico Afinta mengatakan, aksi kejahatan yang dilakukan dua tersangka itu diketahui tim penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim pada 1 Maret 2021. Bertempat di salah satu kamar hotel di Surabaya Selatan.

“Kedua tersangka yang terlibat berinisial SFR (penyebar scampage), dan MZMSBP (pembuat scampage). Sedangkan data pribadi warga amerika yang dimasukkan ke dalam scampage/website, semuanya palsu,,” jelas Kapolda Jatim usai menggelar konfrensi pers di Gedung Rupatama Polda Jatim, Kamis (15/4).

Ditambahkan Kapolda, modus operandi tersangka untuk memperoleh keuntungan pribadi. Keuntungan yang didapat tersangka berupa mata uang Krypto Bitcoin yang bisa dikonversikan menjadi mata uang rupiah. Sedangkan yang diberikan oleh tersangka berinisial (S) seorang DPO yang diduga warga negara dari India.

“Menurut percakapan mereka, data pribadi tersebut digunakan oleh tersangka S untuk mencairkan dana PUA atau dana bantuan untuk pengangguran warga negara Amerika dengan nilai USD $2,000 per orang. Kemudian oleh tersangka dijual lagi seharga USD$ 100 setiap 1 data orang,” paparnya.

Sementara itu, lanjut Kapolda Jati mengungkapkan, bahwa data pribadi milik warga negara Amerika yang telah didapatkan oleh tersangka SFR, dan telah diberikan kepada S melalu percakapan whatsapp dan telegram sebanya 30.000 data.

“Keuntungan yang telah diterima oleh tersangka SFR selama melakukan perbuatan tersebut, kurang lebih sebesar USD $30.000/ sekitar Rp. 420.000.000 Juta Rupiah,” ungkap Kapolda Jatim, Kamis (15/4).

Sedangkan keuntungan yang telah diterima oleh tersangka MZMSBP selama melakukan perbuatan tersebut, mencapai sekitar Rp 60.000.000.

“Dari keterangan tersangka SFR menyebut, jika scampage tersebut dibuat oleh tersangka MZMSBP. Selanjutnya petugas Siber Polda Jatim menemukan tersangka MZMSBP di dekat Stasiun Kereta Api Pasar Turi Surabaya. Petugad juga menemukan adanya script scampage/website palsu yang tersimpan di dalam laptopnya,” jelas Kapolda Jatim.

Lebih lanjut, anggota siber melakukan penyelidikan selama tiga bulan, karena harus koordinasi dengan Mabes Polri dan FBI. Setelah mendapatkan bukti, baru keduanya ditangkap.

“Tersangka membuat website palsu, kemudian disebar oleh tersangka melalui sms blast ke warga amerika. Sehingga, warga amerika yang tidak sadar akan mengisi website tersebut,” tutupnya.

Diketahui bahwa, akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 32 ayat (2) Jo pasal 48 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 55 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan/atau denda paling banyak 3 Milyar. (Redk)

 321 total views,  5 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!