UA-163642268-1

Penyekatan Larangan Mudik Mulai Berlaku di Jawa Timur


ARYA-MEDIA | SURABAYA – Menanggapi larangan mudik lebaran tahun 2021, jajaran Forkopimda Jatim menggelar Apel Kesiapan Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Bertempat di Lapangan Mapolda Jatim, bahwa operasi penyekatan larangan mudik di Jawa Timur mulai dilakukan. Senin (26/4/2021).

Seluruh anggota TNI-Polri maupun PNS dan seluruh unsur komponen bangsa, nantinya akan disiagakan untuk mengantisipasi masyarakat yang mudik ke sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim). Pun seluruh personel akan disebar di sejumlah titik atau pos masing-masing untuk melakukan penyekatan.

“Pemerintah sudah memberikan batasan bahwa mulai tanggal 22 April sampai 6 Mei 2021 ini, masih diizinkan perjalanan masuk Jawa Timur, tetapi, harus menunjukkan surat bebas Covid-19,” kata Pangdam V Brawijaya, Senin (26/4).

Mayjend TNI Suharyanto menjelaskan, setelah tanggal 6 Mei 2021, masyarakat tak diperkenankan lagi menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi untuk mudik. Penyekatan tersebut sebagai salah satu wujud pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 di Jatim.

Baca Juga :  Agar Lebih Efisien, Pilkades Serentak Di Magetan Bakal Terapkan E-Voting

“Sampai selesai hari raya, masyarakat tidak boleh mudik. Seluruh transportasi umum, juga tidak diijinkan beroperasi. Seluruh aparat Polri dibantu TNI dan komponen bangsa yang lain, akan melaksanakan penyekatan – penyekatan,” jelasnya.

Untuk masuk ke Provinsi Jatim, Pangdam menyebut ada 7 titik penyekatan. Sedangkan untuk antar kota di Provinsi Jatim, ada 20 titik yang akan disekat, yakni Madiun-Magetan, Madura sisi utara, Madura sisi selatan, Gerbang tol Ngawi, Gerbang tol Probolinggo, Gresik-Lamongan, Nganjuk-Jombang, Jombang-Mojokerto, Blitar-Kediri, Kediri-Malang, Bojonegoro-Tuban, Ngawi-Madiun, Sidoarjo-Pasuruan, Mojokerto-Sidoarjo, Pasuruan-Probolinggo, Probolinggo-Situbondo, Pasuruan-Malang, Malang-Lumajang, Situbondo-Banyuwangi, Jember-Lumajang, dan Ngawi-Madiun.

Baca Juga :  Sesuai SKB Menteri : PTSL Di Desa Guyung Menarik Biaya 150 Ribu Saja

Selain itu, para personel gabungan akan segera di plot sesuai daerah masing-masing yang telah ditentukan. “Diharapkan personel gabungan yang mengemban amanat, untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dengan mengantisipasi virus Corona varian baru agar tak masuk dan merebak di Jatim,” tegas Pangdam V Brawijaya, (26/4).

Seperti kita ketahui bersama, situasi yang berkembang, khususnya terkait covid-19, di beberapa negara di luar Indonesia, baik di Amerika, Amerika Latin, di Eropa, di Asia Selatan, dan yang ekstrim mungkin para anggota pun mengetahui yaitu di India, terjadi lonjakan peningkatan covid-19 yang luar biasa.

“Jangan sampai, kejadian yang seperti saya sampaikan di luar Indonesia ini juga menimpa negara kita, bahkan di Jatim,” jelas Pangdam selaku Inspektur Apel Kesiapan Larangan Mudik.

Baca Juga :  Tradisi Lebaran Ketupat, Warga Magetan Memajang Kupat Lontong Sepanjang 2 Kilometer

Menanggapi perihal kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang belakangan akan datang ke Provinsi Jatim, yang semula 1 bulan hanya 500 sampai 700 lebih, Mayjend TNI Suharyanto mewanti-wanti untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan melakukan antisipasi serta bekerjasama dengan sejumlah instansi terkait.

“Harapannya, para PMI yang terlanjur masuk ke daerah-daerah Jatim, tidak membawa virus varian baru atau mutasi virus baru tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Pangdam, tercatat hampir 2000 PMI datang ke wilayah Jawa Timur. Ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Apalagi para PMI ini disinyalir membawa virus-virus varian baru, dan membawa virus yang belum terdeteksi.

“Ini menjadi pokok perhatian kita bersama, bahwa kalian (personel gabungan) nanti disamping melaksanakan penyekatan pengamanan larangan mudik, juga akan dilibatkan dalam proses pengurusan PMI tersebut,” pungkasnya. (Redk)

 541 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!