UA-163642268-1

Polres Bangkalan Berhasil Ungkap Kasus Penembakan, Salah Satu Tersangka Merupakan Pejabat Publik


ARYA-MEDIA | BANGKALAN – Polres Bangkalan berhasil ungkap kasus pembunuhan dengan penembakan seorang warga berinisial (L) di kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Satreskrim Polres Bangkalan tak hanya menahan dua tersangka inisial S dan M, namun juga menahan salah satu pejabat publik di kabupaten Bangkalan, yakni yakni HF (28 tahun) yang merupakan salah satu anggota DPRD Kabupaten Bangkalan.

Tersangka Hf warga Dusun Betambak, Desa Katol, Kecamatan Geger tersebut, ditahan Polisi karena keterlibatannya sebagai eksekutor dalam kasus pembunuhan yang menyebabkan L (korban) meninggal dunia.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Bangkalan juga menggelar rekonstruksi dari aksi pembunuhan tersebut. Dalam rekonstruksi yang digelas pada Senin (24/5) kemarin, 3 tersangka memperagakan 11 reka adegan saat menghabisi nyawa korban.

Baca Juga :  Akibat Ledakan Petasan, 1 Orang Tewas Dan Beberapa Rumah Porak Poranda

“Tak hanya itu saja, olah TKP yang digelar ini, merupakan tindak lanjut pengembangan kepolisian tentang keterlibatan HF yang sebelumnya menjadi saksi dan kini meningkat menjadi tersangka,” kata  AKP Sigit Nursiyo Dwiyogo, Kasatreskrim Polres Bangkalan, Selasa (25/5)

Hal ini dikuatkan pula dengan sejumlah barang bukti yang telah diamankan di TKP saat penembakan tersebut terjadi. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan pihak berwajib, Polisi telah berhasil mencocokkan antara proyektil dengan senjata sesuai milik HF yang digunakan untuk membunuh korban.

Baca Juga :  Pesan Berantai "HOAX", Pidato Jokowi Terkait Pilkada DKI

“Untuk proses pemeriksaan HF sudah lengkap. Terkait hasil laboratorium uji balistik senjata sudah kami terima. Dan antara proyektil dan senjata yang ditembakkan sesuai bahwasanya senjata itulah yang digunakan oleh HF untuk menghabisi korban,” ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan.

Lebih lanjut,  Perwira yang pernah menjabat sebagai Panit I Unit I Subdit II Ditreskrimsus Polda Jatim ini mengungkapkan bahwa, motif ini didasarkan sakit hati. Karena pegawai HF atas nama S (tersangka) kehilangan sepeda motor saat berada di toko H. Selanjutnya, korban (L) diduga sebagai orang yang melakukan pencurian sepeda motor tersebut. Karena tidak terima dituduh sebagai pencuri, L pun melawan dan terjadilah aksi penembakan tersebut.

Baca Juga :  Peluang Kerja, Investasi Gudang Garam di Magetan Membutuhkan Ribuan Karyawan

“Dari kejadian ini, HF adalah eksekutor utama dalam kasus penembakan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain,” jelas Sigit Nursiyo, kepada awak media.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Polisi menjerat para tersangka dengan pasal berlapis. “Tersangka S, M, dan HF dikenakan pasal 340 Jo 55 KUHP dan pasal 338 Jo 55 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pembunuhan biasa dengan ancaman hukuman pidana 20 tahun penjara,” pungkasnya. (Redk)

 641 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!