UA-163642268-1

Sarasehan FPK, Bersatu Dalam Keberagaman Demi Keutuhan NKRI


ARYA-MEDIA, Bojonegoro —  Sarasehan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro, Jawa Timur, di Hotel Bonero turut Kecamatan Kalitidu, Rabu (26/8/2020).

Kegiatan yang mengusung tema ‘Bersatu Dalam Keberagaman Untuk NKRI’ ini dibuka Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, dan dihadiri Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto, Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan, SIK., MH., Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto, S.Pd, M.Pd, Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Imam Sholikin, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro Mahmudi, S. Sos, MM., dan para peserta Sarasehan Forum Pembauran Kebangsaan dari mayarakat yang berlatar belakang Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan.

Bupati Bojonegoro mengatakan, toleransi antar umat beragama, ras dan suku perlu kita jaga bersama. Sejauh ini Kabupaten Bojonegoro masih kondusif dan Forkopimda selalu kompak dalam segala hal guna antisipasi konflik sejak dini.

Baca Juga :  Diklat Jurnalistik Angkatan 1 Tingkat Nasional 2018, Hadirkan Prof. M. Moh. Khusnurridlo, M.Pd

“Mari Kita bersama jaga Bojonegoro semoga situasi tetap kondusif,” kata Bupati Anna Mu’awanah, Rabu (26/8).

Ditempat yang sama, Kapolres Bojonegoro, menyampaikan bahwa, dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan iklim kondusif di Kabupaten Bojonegoro, yang memungkinkan adanya sikap masyarakat yang menerima kemajemukan dan keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Perlu diwaspadai perkembangan paham radikalisme melalui media sosial yang sangat perlu diawasi adalah narasi yang bersifat provokatif,” ungkap Kapolres.

Baca Juga :  Kampanye Pakai Masker, Bupati Suprawoto Blusukan Ke Pasar Tradisional

Kapolres Bojonegoro berpesan, lebih mempersiapkan diri untuk menjadi agen perubahan dan menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), dengan mengikuti perkembangan lingkungan strategis, baik nasional, regional, maupun internasional.

“Semuanya dibutuhkan kerja sama dalam menanggulangi ancaman kejahatan Non Militer yakni terorisme, narkoba, human trafficking, radikalisme, separatisme, serangan cyber. Mari bersama-sama menjaga Kamtibmas di Kabupaten Bojonegoro baik kriminalitas maupun konflik sosial di masyarakat,” ucap AKBP M. Budi Hendrawan, SIK., MH. Rabu (26/8).

Sementara Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto, mengatakan bahwa sebagai Satuan Komando Kewilayahan Kodim 0813 Bojonegoro wujud pembinaan teritorial yang berfungsi untuk menyelenggarakan Pembinaan Kemampuan Teritorial, Pembinaan Perlawanan Wilayah, Pembinaan Komunikasi Sosial dan Pembinaan Bakti TNI.

Baca Juga :  Polres Magetan Ajak Masyarakat Kampanye Gerakan Jatim Bermasaker

Hal itu dilakukan guna membantu pemerintah daerah dalam menyiapkan potensi nasional menjadi kekuatan pertahanan aspek darat yang disiapkan secara dini, meliputi wilayah pertahanan serta kekuatan pendukung untuk melaksanakan Operasi Militer selain Perang (OMP).

“Dalam pelaksanaannya, didasarkan pada kepentingan pertahanan Negara. Membantu Pemerintah daerah menyelenggarakan pelatihan dasar kemiliteran secara wajib bagi warga Negara sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan. Selain itu, untuk membantu Pemerintah Kabupaten atau Kota dalam memberdayakan komponen pendukung. Serta membantu tugas Pemerintah Kabupaten atau Kota untuk memberikan Bantuan Kemanusiaan,” jelasnya. (Pen/Redk)

 1,617 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!