UA-163642268-1

Satlantas Polres Sumenep Amankan Sopir Truck, Tiru Konten Viral “Truck Oleng”


ARYA-MEDIA | SUMENEP – Aksi viral pengendara truck secara ugal – ugalan atau dikenal dengan “Truck Oleng”, akhirnya ditangkap Satlantas Polres Sumenep.

Pengemudi bernama Eko Suhardi diamankan Satlantas Polres Sumenep, karena dinilai membahayakan pengendara lain khususnya di Jalan Trunojoyo Sumenep. Pun berjalan dengan kecepatan tinggi tidak beraturan, bahkan kernetnya berdiri di sisi samping truck sambil membuka kaca pintu.

“Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada masyarakat Sumenep, atas tindakan saya yang bisa membahayakan pengemudi lain,” ucap pelaku Reski, di Mapolres Sumenep pasca melakukan tanda tangan surat pernyataan terkait tindakannya, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga :  Guru dan Tenaga Pendidik di Magetan Terima Vaksin Kedua

Menurut pria asal Desa Jalmak, Kecamatan Kota Pamekasan, Kabupaten Pamekasan ini, dirinya tidak bermaksud atau merencanakan aksinya tersebut. Hal itu terjadi secara spontan karena sekedar mengikuti konten yang viral di media sosial (Medsos).

“Saya tidak merencanakannya, ini terjadi secara spontan, karena ingin ikut-ikutan viral. Dan saya juga mengakui bahwa ketika mengemudikan truck tidak dalam pengaruh obat – obatan atau alkohol,” terangnya.

Baca Juga :  Dua Pelajar Di Ngawi, Kepergok Warga Sedang Mencuri 8 Tabung Gas Elpiji

Polres Sumenep juga melakukan tes urine kepada yang bersangkutan, namun kernet yang menjadi rekan Reski dalam video viral tersebut tidak ikut, karena sakit. “Hasilnya menunjukkan negatif, yang artinya Reski tidak sedang dalam pengaruh obat – obatan ketika sedang mengemudikan truck oleng tersebut,” jelas Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, Kamis (27/5).

Baca Juga :  Terperosok Lagi.... Kebiasaan Pak Naryo Harus Adaptasi Jalan

Sementara itu, sesuai dengan Undand-Undang Lalu Lintas Pasal 23, yakni setiap pengemudi yang mengemudikan secara ugal–ugalan diancam hukuman 3 bulan atau denda sebesar Rp 750 ribu.

“Namun pada kasus ini kami tidak langsung menerapkannya, hanya melakukan tilang karena surat – suratnya yakni STNK dalam masa pergantian, dan kami berikan pembinaan,” tandas Lamudji. (Redk)

 264 total views,  4 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!