UA-163642268-1

Seribu Keluarga Terdampak Pandemi Digelontor Beras dan Masker


ARYA-MEDIA | JAKARTA – Jajaran petugas dari Kepolisian dan TNI membagikan 10 ton beras dan 20.000 masker kepada seribu keluarga terdampak ekonomi pandemi COVID-19 di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Pembagian bantuan sosial (Bansos) tersebut dilakukan langsung dari pintu ke pintu (door to door) agar tidak terjadi kerumunan, Kamis (3/6/2021).

Pendistribusian bansos dipimpin langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander dan Dandim 0815 Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto. Selain itu, para Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga dikerahkan untuk mengirim beras dan masker langsung ke rumah-rumah warga terdampak pandemi.

Dari pantauan di lokasi, petugas gabungan polisi dan TNI membagikan beras dan masker menggunakan sepeda motor dinas masing-masing yang dilengkapi keranjang karung. Pun pengiriman juga menggunakan mobil patroli milik 14 polsek di wilayah hukum Polres Mojokerto Jawa Timur.

Baca Juga :  Jadi Kendala : Mobil Siaran Kominfo Di Magetan Dinilai Tidak Layak Pakai

“Sesuai data dari Dinas Sosial, sasaran sudah kami cek langsung di lapangan yakni masyarakat terdampak pandemi. Seperti korban PHK dan keluarga korban COVID-19 yang meninggal dunia. Kami bagikan dari pintu ke pintu agar tidak menimbulkan kerumunan,” kata Dony, Kamis (3/6).

Kapolres menjelaskan, 10 ton beras dan 20.000 masker tersebut telah didistribusikan kepada 1000 kepala keluarga (KK), yang tersebar di 14 kecamatan wilayah hukum Polres Mojokerto.

Baca Juga :  Kembangkan Sayap, LSM Elang Putih Lantik DPC Area Probolinggo

“Setiap keluarga menerima 10 Kg beras dan 20 lembar masker medis. Beras dan masker tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Budha Tzu Chi Jatim,” jelasnya kepada wartawan usai memberangkatkan para Bhabinkamtibmas dan Babinsa pengirim bansos di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah, Mada, Mojosari, Kab Mojokerto.

Selain itu, Kapolres juga menyebut bahwa kegiatan Bansos tersebut merupakan bentuk empathy building kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terdampak pandemi COVID-19. “Bantuan masker itu untuk dipakai dalma mematuhi prokes agar kita semua terbebas dari COVID-19,” pungkasnya. (Redk)

 170 total views,  4 views today

Baca Juga :  Komisi II DPRD Ngawi Kecewa, Hasil Sidak Pembangunan ATP Dinilai Ngawur dan Asal-Asalan


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!