UA-163642268-1

Wacana Pemerintah Import Beras, Ketua DPRD Magetan ‘Menolak Keras’


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Santernya kabar rencana pemerintah pusat mengimport beras 1 juta ton, terus mendapat penolakan dari berbagai pihak. Tak hanya dari kalangan oposisi, Ketua DPRD Magetan Suyatno, sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, menyampaikan sikap secara tegas untuk menolak keras kebijakan tersebut.

Suyatno mengatakan, jajaran eksekutif Kabupaten Magetan menolak kebijakan import beras karena akan berdampak kepada para petani khususnya di Kabupaten Magetan.

“Kami secara tegas menolak. Karena akan memberikan efek buruk kepada para petani, khususnya harga beras akan turun. Kasihan para petani,” kata Sujatno, usai menghadiri Launching Trayek DAMRI Magetan-Pacitan, di Stasiun Magetan, Selasa (23/3/2021).

Baca Juga :  Shalat Jumat Berjamaah, Wakapolres Ngawi Sosialisasikan Himbauan Ibadah Idul Fitri 1442 H

Menurutnya, wacana import beras sangatlah krusial, yang menyebabkan turunnya harga beras di pasaran. Apa lagi wilayah Magetan memasuki musim panen, dan Magetan bukan merupakan wilayah yang kekurangan beras.

“Hasil padi di Magetan mencapai 194 ribu ton pertahun, sedangkan kebutuhan masyarakat Magetan hanya 84 ribu ton. Jadi, ini surplus, kelebihannya bisa di jual kepada daerah lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terekam CCTV : Kecelakaan di Tol Km 610, Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan untuk menolak keras rencana pemerintah mengimport beras, karena akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian petani pada khususnya. “Intinya kami menolak keras,” tegasnya. (Ren)

 794 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!