UA-163642268-1

Wujudkan Ponpes Bersih dan Sehat, Dinkes Magetan Lakukan Pendampingan Melalui Poskestren


ARYA-MEDIA | MAGETAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan Jawa Timur,  melakukan pendampingan Poskestren  (Pondok Kesehatan Pesantren), dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas dengan pendamping dan santri husada di wilayah Kabupaten Magetan.

Kegiatan yang berlangsung 2 hari mulai tanggal 3-4 Juni 2021, dikuti kurang lebih 50 opeserta  yang terdiri dari pengasuh  Ponpes dan kader Santri Husada, di gedung pertemuan Korpri Magetan, Jumat (04/06/2021).

Kepala Dinkes Magetan, Hari Widodo melalui Kasi Promosi Kesehatan dan Pemperdayaan Masayarakat (Promkes), Totok Aprijanto mengatakan, bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memberikan materi konsep dasar dan kebijakan Poskestren, dalam mewujudkan pondok pesantren yang bersih dan sehat, seperti kesehatan lingkungan, kesehatan remaja, serta penyakit yang banyak terjadi di ponpes.

Baca Juga :  Arya Media Mengucapkan, Selamat Atas Lounchingnya Media Online Siberindo.co

“Ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang meningkatkan pengetahuan dalam mewujudkan pondok pesantren bersih dan sehat. Dengan pengetahuan dan ketrampilan khususnya bagi Kader Santri Husada tentang gizi santri dan cara menentukan status gizi,” katanya.

Totok berharap, kepada para pengurus dan kader Santri Husada dapat beperan aktif dalam pembangunan kesehatan masyarakat, baik perorangan maupun organisasi dalam mempercepat keberhasilan pembangunan kesehatan. Sehingga derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya dapat dicapai.

Baca Juga :  Nasib Naas Menimpa Seorang Nenek Saat Menjemput Cucunya Dari Sekolah

“Kami menargetkan 10 pondok pesantren di tahun ini. Semuanya akan kita bina dengan harapan mempunyai kemampuan dan berperan tentang kesehatan dalam bentuk poskestren.,” jelasnya kepada Arya Media, Jumat (04/06).

Selain itu, peran serta masyarakat dalam pengembangan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) di lingkungan Ponpes, dengan mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitative.

Baca Juga :  Cegah Corona, Kodim Magetan Gelar Operasi Yustisi

Sementara, menurut catatan hingga saat ini, terdapat 52 pondok pesantren yang berijin, sehingga juga akan di makaimalkan dalam pendampingan kesehatan.

“Kami akan bekerjasama dengan pihak NU, Unsur forum Kabupaten sehat, pembina PJ Desa, petugas promkes Kecamatan atau Puskesmas, Kepala Desa dan juga seluruh pimpinan-pimpinan di pondok.” pungkasnya. (Ren)

 276 total views,  2 views today


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!