BMKG: Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Dipastikan Tak Berpotensi Tsunami

Bmkg Gempa M 64 Guncang Pacitan Dipastikan Tak Berpotensi Tsunami
Bmkg Gempa M 64 Guncang Pacitan Dipastikan Tak Berpotensi Tsunami

Arya-Media.com, Jakarta – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang disebabkan aktivitas subduksi lempeng ini tidak berpotensi tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa gempa Pacitan dikategorikan sebagai gempa dangkal. Pusat gempa berada 89 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata Daryono dalam keterangannya.

Menurut analisis mekanisme sumber, gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Itu artinya, gempa terjadi akibat pergerakan naik pada lempeng bumi. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," imbuh Daryono.

Daryono mengatakan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kekuatan gempa berada pada kisaran MMI II hingga MMI IV.

Berdasarkan analisis BMKG, kekuatan gempa paling terasa di wilayah Bantul, Sleman, dan Pacitan. "Skala intensitas IV MMI, (artinya) bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah," jelas Daryono.

Sementara itu, gempa juga dilaporkan terasa di Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, dan Banjarnegara. Daerah-daerah ini merasakan getaran dengan skala intensitas III MMI. Kekuatan III MMI berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Selanjutnya, getaran terasa di Tuban dan Jepara dengan skala intensitas II MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. "Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Daryono.