Polri Minta Maaf Usai Oknum Brimob Aniaya Siswa MTs Tewas di Tual

Polri Minta Maaf Usai Oknum Brimob Aniaya Siswa Mts Tewas Di Tual
Polri Minta Maaf Usai Oknum Brimob Aniaya Siswa Mts Tewas Di Tual

Arya-Media.com, Jakarta – Polri menyampaikan permohonan maaf terbuka terkait insiden dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Brimob Bripda MS terhadap siswa berinisial AT (14) di Kota Tual, Maluku. Korban tewas usai kejadian tersebut. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir turut menyampaikan dukacita mendalam pada Sabtu (21/2/2026).

Isir menegaskan, institusi Polri sangat menyesalkan kejadian ini. Pihaknya berempati mendalam kepada keluarga korban atas meninggalnya siswa tersebut.
"Polri turut berdukacita yang mendalam atas meninggalnya korban dan berempati kepada keluarga besar korban atas kejadian tersebut," kata Isir melalui keterangannya.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat. Isir menekankan, tindakan kekerasan oleh oknum tersebut merupakan perbuatan individu yang menyimpang dan tidak merepresentasikan institusi Polri.
"Polri menyampaikan permohonan maaf atas tindakan individu Polri tersebut yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya," ucapnya.

Polri, kata Isir, memastikan proses hukum terhadap oknum Brimob tersebut akan dilakukan secara transparan. Ia menjamin penindakan akan dilakukan baik secara pidana maupun etik.
"Polri berkomitmen tegas dalam proses penegakan hukum dan kode etik terhadap individu personel yang terlibat secara transparan dan akuntabel," tegas Isir.

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi dan efek jera agar kejadian serupa tidak terulang. Polri juga mendoakan agar keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan.
"Polri senantiasa mendoakan dan mendukung keluarga besar korban senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, menghadapi insiden musibah ini," tutur Isir.

Menutup pernyataannya, Isir meminta pihak keluarga dan masyarakat untuk mengawal jalannya proses hukum.
"Polri mengajak keluarga dan segenap komponen untuk bersama-sama mengawal proses penegakan hukum terhadap individu Polri tersebut yang selaras dengan prinsip-prinsip hukum, transparan, dan akuntabel," ujarnya.

Dugaan Penganiayaan
Dilansir detikSulsel, oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS diduga menganiaya siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) inisial AT (14) hingga tewas di Kota Tual, Maluku. Pelaku diketahui bertugas di Kompi 1 Batalion C Pelopor Brimob Polda Maluku.
"Terduga pelaku merupakan oknum anggota Brimob Kompi 1 Batalion C Pelopor, Bripda MS," ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi dalam keterangannya, Jumat (20/2).

Kasus dugaan penganiayaan itu terjadi di sekitar Kampus Uningrat, Kota Tual, Kamis (19/2). Rosita mengatakan, kasus ini telah ditangani secara serius dan transparan oleh Polda Maluku.
"Polda Maluku menegaskan komitmennya untuk menuntaskan secara profesional, transparan, dan berkeadilan penanganan kasus insiden yang terjadi di sekitar Kampus Uningrat, Kota Tual," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto menegaskan bahwa Polri tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum maupun etika. Penanganan perkara ini, imbuhnya, dilakukan secara berlapis.
"Penanganan perkara ini kami lakukan secara tegas dan berlapis. Proses pidana berjalan, proses kode etik juga berjalan. Jika terbukti bersalah, sanksinya jelas dan tegas," imbuh Dadang.