Arya-Media.com, Jakarta – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu (1/2/2026) menegaskan Teheran tidak mencari konflik dengan Amerika Serikat (AS). Masoud menekankan bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, AS, maupun kawasan di tengah ancaman serangan militer AS. Pernyataan ini muncul saat Presiden AS Donald Trump mengharapkan negosiasi dari Iran.
Menurut kantor berita AFP, Masoud Pezeshkian menyebut bentrokan apa pun tidak akan menguntungkan kedua belah pihak. Ia secara tegas mengatakan, "Republik Islam Iran tidak pernah menginginkan, dan sama sekali tidak menginginkan, perang dan sangat yakin bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, maupun kawasan ini."
Berdasarkan pernyataan dari kepresidenan Iran, Masoud melakukan panggilan telepon dengan Presiden Abdel Fattah al-Sisi. Al-Sisi diketahui merupakan sekutu Washington yang telah diundang untuk bergabung dengan "Dewan Perdamaian" Presiden AS Donald Trump.
Sementara itu, Donald Trump sebelumnya mengharapkan Iran berupaya untuk bernegosiasi. Hal ini disebut lebih baik daripada menghadapi serangan militer AS.
Trump menyebut armada militer AS yang dikerahkan ke dekat Iran baru-baru ini lebih besar. Armada ini diketahui melebihi yang dikirimkan untuk menggulingkan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, pada awal Januari.
Ia memprediksi Teheran akan mengupayakan kesepakatan dengan Washington. "Saya dapat mengatakan ini, mereka memang ingin mencapai kesepakatan," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, seperti dilansir AFP, Sabtu (31/1).
Saat ditanya apakah telah memberi tenggat waktu kepada Iran untuk pembicaraan program nuklir dan rudal, Trump menjawab, "Iya, saya sudah memberikannya." Namun, ia menolak mengungkapkan berapa lama tenggat waktu tersebut, hanya mengatakan, "Hanya mereka yang tahu pasti."
Trump juga menegaskan adanya pengerahan militer besar. "Kita memiliki armada besar, armada kapal, sebut saja apa pun yang Anda inginkan, yang sedang bergerak menuju ke Iran saat ini," ucap Trump, merujuk kelompok kapal induk Angkatan Laut AS.
Ia menutup dengan harapan negosiasi. "Semoga kita akan mencapai kesepakatan. Jadi kita membuat kesepakatan, itu bagus. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan lihat apa yang terjadi," cetusnya.





