Arya-Media.com, Seorang siswi kelas 2 SMP di Gresik menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh seorang anggota gangster. Peristiwa tragis ini terjadi pada 27 Februari 2025 di sebuah rumah kosong di Desa Randegansari, Driyorejo, Gresik, namun baru terungkap pada 15 Januari 2026 setelah pihak sekolah memanggil orang tua korban. Polisi saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas kasus ini.
Ayah korban, CEY (44), warga Surabaya, menceritakan kejadian pilu yang menimpa putrinya kepada detikJatim pada Jumat (13/2/2026). Menurutnya, sang putri pamit untuk ‘bakar-bakar’ bersama teman-temannya di sekolah pada Sabtu (27/2/2025) sekitar pukul 14.00 siang. CEY mengizinkan putrinya pergi tanpa menaruh curiga.
"Pamitnya pergi bersama teman-temannya bakar-bakar sekitar pukul 02.00 siang. Karena memang waktu itu hari Sabtu saya beri izin," kata ECY.
Setelah istri CEY pulang sekitar pukul 23.00 WIB, korban diketahui belum kembali ke rumah. Keesokan harinya, korban baru pulang sekitar pukul 08.00 WIB.
Peristiwa penyekapan dan pemerkosaan ini kemudian terungkap setelah pihak sekolah memanggil orang tua korban. Berdasarkan keterangan korban, ia disekap oleh kakak kelasnya yang diduga merupakan anggota gangster. Di rumah kosong tempat penyekapan tersebut, korban juga melihat beberapa senjata tajam.
Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Gresik Ipda Hendri Hadiwoso membenarkan adanya laporan terkait kasus penyekapan dan pemerkosaan ini. Pihaknya telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan.
"Benar sudah kita terima laporannya. Saat ini sudah kita lakukan penyelidikan," terang Hendri.





