Arya-Media.com, Australia memerintahkan seluruh pejabat diplomatik non-esensial di Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk segera meninggalkan kedua negara tersebut. Perintah evakuasi ini dikeluarkan pada Jumat (13/3/2026) menyusul memburuknya situasi keamanan di tengah perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Penny Wong, menjelaskan bahwa perintah evakuasi staf diplomatik non-esensial ini didasarkan pada "situasi keamanan yang memburuk". Pernyataan Wong tersebut, seperti dilansir AFP pada Jumat (13/3/2026), juga menyebutkan bahwa pengumuman telah disampaikan pada Kamis (12/3) malam.
"Para pejabat esensial Australia akan tetap berada di negara tersebut untuk mendukung warga Australia yang membutuhkan," kata Wong.
Pemerintah Australia terus menyarankan warganya untuk tidak bepergian ke Israel dan UEA. Menurut Wong, warga diimbau untuk segera meninggalkan Timur Tengah jika memungkinkan dan aman.
"Kami mengimbau Anda untuk meninggalkan Timur Tengah jika Anda bisa dan jika aman untuk melakukannya," ujar Wong. "Jangan menunggu sampai terlambat. Ini mungkin kesempatan terakhir untuk beberapa waktu."
Diketahui, sekitar 115.000 warga Australia berada di kawasan Timur Tengah. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.600 orang dilaporkan telah kembali ke Australia.
Situasi di Timur Tengah diketahui memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Rentetan serangan tersebut menewaskan tokoh pemimpin dan pejabat tinggi Teheran, termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran merespons serangan tersebut dengan melancarkan gelombang rudal dan drone. Target-targetnya meliputi Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, seperti UEA, Bahrain, serta Qatar. Berdasarkan laporan, rentetan serangan Teheran terhadap negara-negara Teluk telah menewaskan sedikitnya 24 orang, termasuk 11 warga sipil dan tujuh tentara AS.
Australia sendiri sebelumnya telah menyatakan dukungan untuk serangan AS-Israel terhadap Iran. Canberra menyebut tindakan tersebut diperlukan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir. Otoritas Australia pekan ini juga mengumumkan akan mengerahkan sejumlah pesawat pengintai militer jarak jauh ke kawasan Teluk. Langkah ini bertujuan untuk melindungi warga sipil.





