Trump Duga Putin Bantu Iran Perangi AS-Israel, Rudal Hantam Tel Aviv

Trump Duga Putin Bantu Iran Perangi As Israel Rudal Hantam Tel Aviv
Trump Duga Putin Bantu Iran Perangi As Israel Rudal Hantam Tel Aviv

Arya-Media.com, Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menduga Rusia, melalui Presiden Vladimir Putin, memberikan bantuan kepada Iran dalam perang yang sedang berlangsung melawan AS-Israel. Dugaan ini disampaikan Trump dalam wawancara radio pada Jumat (13/3/2026), di tengah konflik yang memanas dengan Iran meluncurkan rudal ke Tel Aviv.

Presiden Trump menyampaikan prasangkanya dalam sebuah wawancara dengan Fox News Radio, seperti dilansir AFP. "Saya pikir dia mungkin sedikit membantunya, ya, saya kira. Dan dia mungkin berpikir kita membantu Ukraina, kan?" kata Trump, Jumat (13/3/2026).

Menurut beberapa media AS, Rusia diketahui telah memberikan informasi target kepada Iran. Informasi tersebut digunakan Iran untuk menyerang pasukan AS selama konflik yang sedang berlangsung.

Perang antara AS-Israel dengan Iran sendiri telah berkecamuk sejak Sabtu (28/2) lalu. Konflik ini bermula saat AS-Israel melancarkan rentetan serangan ke Iran.

Serangan AS dan Israel tersebut menewaskan pimpinan Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Iran kemudian melancarkan serangan balik ke Israel hingga fasilitas AS di negara Teluk.

Hingga saat ini, perang masih berlangsung. Terbaru, Iran meluncurkan rudal ke Tel Aviv pada Jumat (13/3). Sirene di Tel Aviv meraung dan diikuti dengan beberapa ledakan.

Militer Israel, atau IDF, segera memberikan respons terkait serangan tersebut. "IDF (militer) mengidentifikasi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah Negara Israel. Sistem pertahanan beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," kata militer Israel, seperti dilansir AFP.

Sementara itu, Al Jazeera juga melaporkan bahwa militer Israel berupaya mencegat rudal yang diluncurkan dari Iran. Israel memperingatkan warganya untuk berlindung di area yang aman. "Anda harus memasuki area yang dilindungi setelah menerima peringatan, dan tetap di sana sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata militer Israel.