Arya-Media.Com, Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ranah keterbukaan informasi publik, sebuah capaian krusial yang menegaskan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan akuntabilitas. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, raksasa konstruksi pelat merah ini berhasil meraih predikat tertinggi sebagai Badan Publik Informatif dalam ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang rutin diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan cerminan dari dedikasi Waskita Karya dalam menyediakan akses informasi yang cepat, tepat, dan akurat kepada masyarakat luas, sebuah pilar fundamental dalam tata kelola perusahaan yang baik dan modern.
Pemberian apresiasi prestisius tersebut secara langsung diserahkan oleh Ketua Komisi Informasi Pusat, Donny Yoesgiantoro, kepada Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 18 Desember 2025. Ermy Puspa Yunita dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan ini adalah manifestasi konkret dari upaya tanpa henti perusahaan dalam membangun ekosistem informasi yang inklusif dan mudah diakses. "Predikat Badan Publik Informatif ini adalah wujud nyata dari kerja keras seluruh elemen Waskita Karya dalam memenuhi mandat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kami percaya bahwa transparansi adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik dan pemangku kepentingan, sekaligus pilar utama dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang bersih dan profesional," ujar Ermy dengan penuh keyakinan.
Keterbukaan informasi bukanlah sekadar pilihan bagi badan publik, melainkan sebuah kewajiban hukum yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008. Undang-undang ini dirancang untuk menjamin hak asasi setiap warga negara dalam berkomunikasi dan memperoleh informasi, sebuah fondasi penting dalam kehidupan berdemokrasi. Dalam konteks Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Waskita Karya, implementasi UU KIP menjadi semakin vital. Sebagai entitas yang mengelola aset negara dan terlibat dalam proyek-proyek strategis nasional, transparansi Waskita Karya memiliki dampak langsung terhadap akuntabilitas penggunaan dana publik, efisiensi proyek, serta pencegahan praktik korupsi. Dengan menjadi informatif, Waskita Karya tidak hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga secara proaktif membangun citra sebagai perusahaan yang terpercaya, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.
Perjalanan Waskita Karya menuju predikat tertinggi ini merupakan kisah transformasi yang inspiratif. Data menunjukkan peningkatan nilai KIP yang berkelanjutan dan signifikan dari tahun ke tahun, menggambarkan evolusi komitmen perusahaan. Pada tahun 2021, Waskita Karya tercatat memiliki nilai KIP sebesar 27,52 dengan predikat "Tidak Informatif," sebuah titik awal yang menantang. Namun, melalui serangkaian reformasi internal dan penguatan sistem, nilai tersebut berhasil melonjak pada tahun 2022 menjadi 48,11, yang menempatkannya pada kategori "Kurang Informatif." Lompatan paling dramatis terjadi pada tahun 2023, di mana nilai KIP perusahaan berkode saham WSKT ini meningkat tajam menjadi 90,44, sekaligus mengantarkannya meraih predikat "Informatif" untuk pertama kalinya. Momentum positif ini terus berlanjut pada tahun 2024, dengan nilai yang menembus angka 95,36, mempertahankan predikat "Informatif" dengan konsisten.
Puncak dari upaya berkelanjutan ini tercapai pada tahun 2025, di mana Waskita Karya tidak hanya berhasil mempertahankan predikat "Informatif," tetapi juga mencatat peningkatan nilai secara signifikan menjadi 97,67. Angka ini jauh melampaui rata-rata nilai KIP badan publik nasional yang hanya menyentuh 66,43, menegaskan posisi Waskita Karya sebagai pionir dan tolok ukur dalam keterbukaan informasi di Indonesia. Peningkatan nilai yang konsisten ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi terstruktur yang melibatkan penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur teknologi informasi, serta penyempurnaan prosedur standar operasional (SOP) dalam pengelolaan dan penyampaian informasi publik.
Ermy Puspa Yunita lebih lanjut menjelaskan bahwa dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) KIP 2025, pihaknya telah berusaha keras untuk memenuhi semua unsur dan standar layanan informasi yang ditetapkan oleh Komisi Informasi Pusat. Ini mencakup ketersediaan informasi berkala, serta merta, dan setiap saat, kemudahan akses melalui berbagai kanal, serta responsivitas terhadap permohonan informasi publik. "Pencapaian ini mencerminkan komitmen Waskita dalam mendorong keterbukaan informasi yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Kami memahami bahwa dalam era digital ini, kecepatan dan keakuratan informasi adalah kunci, dan kami bertekad untuk terus menjadi yang terdepan dalam aspek ini," tambah Ermy.
Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, turut menegaskan komitmen manajemen puncak terhadap prinsip keterbukaan. Ia secara aktif mendorong Perseroan untuk melakukan Uji Publik Keterbukaan Informasi Tahun 2025 sebagai bagian integral dari praktik penguatan tata kelola perusahaan. "Uji publik ini merupakan langkah proaktif kami untuk mendapatkan umpan balik dari masyarakat dan pemangku kepentingan. Ini adalah mekanisme penting untuk mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki dan disempurnakan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap integritas dan transparansi Waskita Karya," tutur Muhammad Hanugroho. Langkah ini menunjukkan bahwa Waskita Karya tidak hanya berpuas diri dengan penghargaan yang diraih, tetapi terus berupaya mencapai standar tertinggi dalam praktik keterbukaan.
Hanugroho juga memastikan bahwa pihaknya secara konsisten akan berupaya mempertahankan dan bahkan meningkatkan predikat informatif yang telah dicapai. "Langkah itu adalah upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan tata kelola perusahaan sekaligus memperkuat kepercayaan publik dan pemangku kepentingan. Kami menyadari bahwa transparansi adalah perjalanan tanpa henti, dan kami siap untuk terus berinovasi," tegasnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Waskita Karya berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengedepankan digitalisasi dalam setiap aspek operasional. Ini mencakup pengembangan platform informasi digital yang user-friendly, pemanfaatan teknologi analitik data untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi publik, serta penerapan sistem keamanan siber yang tangguh untuk melindungi data dan informasi.
"Perusahaan pun berupaya terus menjaga kualitas pelayanan publik melalui pengembangan ekosistem informasi publik yang terintegrasi, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," tutup Hanugroho. Ekosistem ini tidak hanya terbatas pada situs web perusahaan, tetapi juga mencakup saluran media sosial, layanan pelanggan yang responsif, serta arsip informasi yang terstruktur dan mudah dicari. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap pihak, mulai dari investor, mitra bisnis, hingga masyarakat umum, dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan dengan mudah dan efisien.
Di sisi lain, Ketua Komisi Informasi Pusat, Donny Yoesgiantoro, dalam kesempatan tersebut kembali mengingatkan pentingnya hasil Monev KIP sebagai perhatian serius bagi pimpinan badan publik di seluruh Indonesia. Menurutnya, keterbukaan informasi adalah mandat Undang-Undang, dan badan publik yang tidak informatif atau bahkan tidak berpartisipasi dalam Monev menunjukkan lemahnya komitmen pimpinan dalam menjamin hak masyarakat atas informasi publik. "Penghargaan seperti yang diraih Waskita Karya ini harus menjadi inspirasi bagi badan publik lainnya. Transparansi bukan hanya kewajiban, tetapi juga investasi jangka panjang yang akan meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas institusi di mata publik," tegas Donny.
Pencapaian Waskita Karya dalam tiga tahun berturut-turut meraih predikat Badan Publik Informatif bukan hanya sebuah kebanggaan bagi perusahaan, tetapi juga sebuah kontribusi nyata terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Di tengah tantangan dan dinamika industri konstruksi yang kompleks, komitmen Waskita Karya terhadap keterbukaan informasi menjadi mercusuar yang membimbing, menunjukkan bahwa integritas dan transparansi adalah fondasi utama untuk mencapai keberlanjutan dan keunggulan kompetitif. Dengan demikian, Waskita Karya tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kepercayaan, sebuah aset tak ternilai bagi kemajuan bangsa.





